Tahanan Anak Diduga Dianiaya Sipir Rutan Salemba
ILUSTRASI |
"Dua kali. Yang mukulin dua orang (sipir)," ungkap D. Remaja berusia 15 tahun itu menjelaskan penganiayaan dilakukan sipir karena ia melanggar aturan rutan.
Ia juga menyebutkan, pukulan dialaminya di bagian antara tengkuk dan kepala bagian belakang. Namun, dengan mimik cemas ia menyatakan keengganannya menjelaskan peristiwa itu lebih lanjut.
Demikian pula ibunya yang setia menemani dia. Ibunya malah memilih menjauhi wartawan dengan wajah ketakutan. "Sudahlah, Mas, enggak ada apa-apa. Sudah selesai, sudah damai kok," lanjut ibu yang tidak menyebutkan namanya itu.
Meski demikian, salah seorang rekan tahanan bersedia memberikan keterangan lebih jelas. Ia menjelaskan, peristiwa penganiayaan terjadi sepulang D dari sidang kasus narkoba di PN Jaksel.
"Dia tukaran kamar, masuk ke kamarnya si I. Terus, sipir datang dan memberi teguran," ujarnya.
D kemudian dipanggil untuk diberi teguran atas pelanggaran hukumnya. Namun, teguran tersebut ternyata belum menyelesaikan masalah. "Tengah malam dia diculik, dibawa keluar. Pas dibalikkin udah lemas. Mulut dan hidungnya berdarah," kata rekan D.
Tidak hanya itu, saat datang ke PN Jaksel, tengkuk D mengalami pembengkakan sebesar kepalan tangan. Ibunya yang tak kuat melihat kondisi anaknya langsung menjerit-jerit dan hampir pingsan.
Sejauh ini belum diperoleh informasi dari kepala Rutan Salemba terkait adanya tindak kekerasan terhadap tahanan di bawah umur tersebut.www.pulogadingcity.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar