Kamis, 10 Mei 2012

Sukhoi Superjet 100 Belum Dapat "Type Certificate"
 
 pesawat Sukhoi Superjet 100
JAKARTA - Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti, menyebutkan pesawat Sukhoi Superjet 100 harus mendapatkan type certificate sebelum masuk dan beroperasi menjadi pesawat komersil di Indonesia.
Sukhoi memang diketahui telah mengadakan kontrak pembelian pesawat dengan sejumlah maskapai swasta, seperti Sky Aviation dan Kartika Airlines. Namun, jenis pesawat baru itu belum mendapatkan sertifikat yang dipersyaratkan.
"Untuk Indonesia belum semuanya karena yang mengajukan adalah pabriknya. Pabriknya belum mengajukan. Karena mereka boleh berencana, ini Kartika pesan, ini pesan, tapi kan harus ada sertifikatnya," ujar Herry, di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (10/5/2012).
Menurut dia, pesawat buatan Rusia tersebut baru bisa masuk ke Indonesia bila sudah mendapatkan type certificate dari Indonesia. Proses pemeriksaan pesawat untuk mendapatkan sertifikat tersebut pun dilakukan baik oleh Rusia dan Indonesia.
Proses tes untuk mendapatkan sertifikat tersebut bisa berlangsung hingga paling lama lima tahun. Lama waktu tersebut karena tes dilakukan secara menyeluruh.
Namun, kata dia, di Indonesia, tes tidak dilakukan secara penuh. Ini karena Sukhoi tersebut telah mendapatkan sertifikasi dari negaranya dan sertifikat kelayakan terbang dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (EASA).
"Kita memvalidasi. Jadi kita melihat secara overall tentunya bagaimana mereka mensertifikasi. Dasar hukumnya dia apa dan standarnya yang mana," jelas dia.
Herry menyebutkan, bila setelah dipelajari ditemukan bahwa standar sama dengan dengan standar nasional maka tes hanya dilakukan secara acak. Tes pun dilakukan di Rusia. Dan proses melakukan tes tersebut pun tidak lama yakni maksimum dua minggu.
"Tim kita ke Rusia, ke pabriknya," jelas Herry.
Namun, Herry memastikan, belum ada permintaan dari Sukhoi untuk sertifikasi pesawat jenis Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, Rabu (9/5/2012) sore.
"Belum ada permintaan. Baru ngomong-ngomong aja," pungkas dia.

Rabu, 09 Mei 2012

Kasus Suap PON. Wakil Ketua DPRD Riau Tersangka
Ilustrasi
ILUSTRASI
PEKANBARU - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPRD Riau, taufan Andoso dan mantan Wakil Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Riau, Lukman Abas sebagai tersangka kasus suap PON XVIII.

Penetapan status tersangka dikeluarkan KPK setelah mengumpulkan sejumlah alat bukti kuat dan keterangan saksi.

"Hari ini KPK umumkan keduanya sebagai tersangka kasus suap PON," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada okezone, Selasa (8/5/2012).

Namun, Johan Budi mengaku belum mengetahui kapan Lukman  Abbas yang kini menjabat staf ahli Gubernur Riau dan Topan Andoso politsi dari PAN ini akan ditahan.

"Saya belum dapat info kapan ditahan (Taufan dan Lukman Abbas)," ujarnya.

Sebelumnya, KPK juga telah menetapkan empat orang tersangka kasus suap Perda No. 6 tentang venue lapangan tembak PON. Keempatnya adalah Faisal Aswan dan M Dunir yang menjabat anggota DPRD Riau. Kemudian Rahmad dari PT PP serta staf Dispora Riau, Eka Darma Putra.

Selasa, 08 Mei 2012

Hujan Deras, Mahasiswa Mesum di Rumah Kontrakan 

Hujan Deras, Mahasiswa Mesum di Rumah Kontrakan
 ILUSTRASI
 JAMBI - Warga RT 14 Sukarejo, Kelurahan Thehok Kecamatan Jambi Selatan, Minggu (6/5) pukul 21.30 WIB, menggerebek pasangan mesum di sebuah rumah kontrakan.
Pasangan muda FY (mahasiswa), warga Penerokan RT 12 Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, bersama pacarnya, NC  warga Lorong Puskesmas RT 33 Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Jambi Selatan.
Kapolsekta Jambi Selatan, Kompol Ali Sadikin SEe, mengatakan, saat hujan deras, warga curiga ada pasangan yang berada di rumah kontrakan. Setelah warga melakukan pengecekan, ternyata pasangan tersebut sedang tidak pakai baju berada di dalam kamar sedang melakukan hubungan layaknya suami istri.
"Setelah digerebek warga, Ketua RT menghubungi Polsek dan pasangan tersebut diamankan dan diambil keterangan. Juga diminta untuk menghubungi kedua orangtuanya," jelas Kapolsek.

Senin, 07 Mei 2012

KPK Periksa Wartawan sebagai Saksi Angelina Sondakh
Tersangka kasus dugaan suap proyek di Kemenporan dan Kementerian Pendidikan Nasional, Angelina Sondakh, menjawab pertanyaan wartawan usai diperiksa penyidik di kantor KPK Jakarta Selatan, Kamis (3/5/2012). Angelina diperiksa untuk yang pertama kali sejak ditahan di rutan KPK.
HEADLINE NEWS , JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melengkapi berkas perkara tersangka Angelina Sondakh. Untuk mendalami perkara kasus suap pembahasan anggaran wisma atlet ini, KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap seorang saksi dari kalangan jurnalis.
Saksi seorang jurnalis itu bernama Jeffrey Manuel Rawis. Ia datang pada pukul 10.45 WIB, dengan mengenakan kemeja krem, Rawis tak banyak berkomentar kepada wartawan sebelum menjalani pemeriksaan.
"Saya tak ada keterkaitan soal uang, cuma satu kampung sama Angie (Angelina Sondakh)," jawabnya saat ditanyai wartawan dan seraya masuk ke KPK, Jakarta, Senin (7/5/2012).
Berdasarkan penelusuran wartawan, Jeffrey merupakan Kepala LKBN Antara Biro Riau. Namanya beberapa kali terpampang saat LKBN Antara menggelar acara sosial. Nama Jeffrey pun pernah diungkapkan di dalam persidangan M. Nazaruddin. Kala itu terungkap Jeffrey diduga orang yang menjembatani Angie untuk menerima uang dari kubu Mindo Rosalina Manullang di basemaent DPR.
Angie yang merupakan tersangka kasus suap pembahasan anggaran wisma atlet dan di Kemendiknas ini ditahan KPK pada Jumat (27/4/2012), di Rutan KPK.
Penahanan dilakukan untuk kepentingan penyidikan.
Keterlibatan mantan Puteri Indonesia  ini sebelumnya sudah berulangkali terungkap di persidangan M Nazaruddin dan Mindo Rosalina Manulang, terutama pada percakapan blackbery mesennger dengan Rosa.
Namun anehnya, Angie membantah mentah-mentah transkrip pembicaraan yang juga sudah diakui oleh Rosa itu.

Minggu, 06 Mei 2012

Satgas Temukan 10 Gram Sabu di Rutan Makassar
 ILUSTRASI
MAKASSAR - Tim Satuan Petugas (Satgas) Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Selatan kembali menemukan narkoba jenis sabu di salah satu blok di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Makassar. Penemuan itu terjadi saat operasi, Sabtu (05/05/2012).
Sebanyak 15 paket sabu seberat 10 gram ditemukan di Blok C2 Kamar 12 yang dihuni oleh Sapriudi. Hingga kini, belum diketahui barang haram tersebut bisa lolos masuk ke dalam Rutan yang dijaga. Tim Satgas masih menyelidiki kasus tersebut.
Menurut informasi yang diperoleh, rencananya sabu yang telah dipaketkan itu akan diedarkan di dalam Rutan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Lembaga Permasyarakatan Purwadi Utomo kepada wartawan. Selain barang bukti sabu, Satgas juga menyita timbangan, alat isap (bong), tiga korek api dan satu unit handphone.
"Tim Satgas turun jam 08.45 sampai 09.30 Wita dan langsung menggeledah seluruh isi blok di Rutan," ungkapnya.
Saat diperiksa, lanjut Purwadi, Sapriudi mengaku serbuk putih itu dibawa oleh rekannya yang datang membesuk. "Narkoba yang ditemukan oleh Satgas telah diserahkan ke Satuan Narkoba Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar untuk proses penyidikan," tambahnya.
Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi Masrur mengaku telah menerima sabu dari Satgas di Rutan kelas I Makassar. "Kami akan melakukan penyelidikan soal itu. kami akan koordinasi kepada pihak Kakanwil untuk proses pemeriksaan terhadap narapidana yang memiliki barang haram itu," tandasnya.

Jumat, 04 Mei 2012

TKW asal Blitar Tewas di Rumah Majikan di Riyadh
ILUSTRASI
BLITAR,  - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bernama Yanah (32) diketahui tewas saat bekerja di rumah majikannya, Riyadh, Arab Saudi.
Edi Subagyo, suami korban yang ditemui di rumahnya Desa Kebon Duren, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, mengatakan Yanah menghubunginya beberapa pekan lalu.
"Ia menanyakan kabar anak-anak dan keadaan mereka. Ia memang sering menghubungi keluarga dan terutama kondisi anak. Tapi, saya tidak menyangka jika telepon itu adalah yang terakhir," ucapnya dengan sedih, Jumat (4/5/2012).
Ia mengaku cukup kaget ketika diberitahu istrinya telah meninggal dunia di tempat majikannya. Kabar duka itu diterima pada 31 Maret 2012 lalu. Saat itu, yang menghubungi keluarga adalah pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang mengabarkan jika Yanah meninggal dunia.
Kakak korban, Sucipto mengatakan saat menghungi keluarga dua pekan lalu, ia sempat mengabarkan jika kondisinya dalam keadaan baik. Yanah tidak mengeluhkan jika sedang sakit.
Selain itu, kata dia, Yanah juga selalu bercerita tentang kondisi kesehatannya. Ia selalu mengatakan pada keluarga jika kondisinya sedang sakit maupun sikap dari keluarga majikan.
Pihak keluarga tidak yakin jika Yanah meninggal karena sakit. Keluarga masih ragu, karena selama ini Yanah selalu mengabarkan jika kondisinya baik-baik saja. Keluarga menduga, ia dibunuh.
Selama ini, keluarga majikan dari Yanah juga tidak pernah berupaya untuk menghubungi keluarga Yanah di Indonesia. Padahal, ia diketahui meninggal dua bulan lalu dan sampai saat ini jenazahnya juga belum dipulangkan ke Indonesia.
Keluarga sampai saat ini masih berupaya meminta bantuan dari pemerintah untuk memulangkan jenazah Yanah. Keluarga ingin memastikan secara langsung tentang kondisi Yanah, termasuk memeriksa kondisi tubuhnya, apakah organ tubuhnya masih lengkap atau ada luka.
Sementara itu, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Yudi Priono mengaku sudah mendapatkan laporan tentang kematian TKI asal Kecamatan Ponggok tersebut.
"Kami sudah mendapatkan laporan tentang kematian TKI tersebut. Saat ini, kami berupaya agar jenazah segera dipulangkan," ucapnya.
Tentang surat dan PJTKI bersangkutan, Yudi mengatakan belum menemukan dokumen TKW tersebut di kantor. Namun, pihaknya tetap berupaya untuk mengurus proses pemulangan TKW tersebut, serta mendesak PJTKI bersangkutan untuk memberikan hak-hak dari TKW itu.
Yanah berangkat bekerja menjadi TKW ke Arab Saudi sejak 2010 lalu menjadi pembantu rumah tangga di sebuah keluarga di Riyadh rumah Abdul Aziz. Ia berangkat pada Juni 2010 lalu melalui PT Amri di Jakarta Selatan.
Yanah dan suaminya, Edi Subagyo sudah lama menikah. Keduanya dikaruniai tiga orang anak yaitu Siti Naimah (21), Diah Ayu (19), dan Yasin (16).

Selasa, 01 Mei 2012

Aceh Jaya Digoyang Gempa
ILUSTRASI
HEADLINE NEWS -  Gempa bumi kembali mengguncang Barat Indonesia. Kali ini gempa berkekuatan 5,4 SR dengan kedalaman 10 KM mengguncang Barat Daya Kabupaten Aceh Jaya, Selasa (1/5/2012).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa terjadi sekira pukul 04.40 WIB. Pusat gempa berada di kordinat 3.36 Lintang Utara dan 92.72 Bujur Timur atau terletak di 365 KM Barat Daya Aceh Besar atau 1887 KM Barat Laut Jakarta.

Gempa ini tidak berpotensi Tsunami. Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui kerusakan atau korban yang ditimbulkan..

Senin, 30 April 2012

Sinusitis Kambuh, Angie Minta Diperiksa Dokter THT
Angelina Sondakh
JAKARTA -Tersangka kasus suap Wisma Atlet, Angelina Sondakh, mengeluh penyakit sinusitisnya kambuh lagi setelah menghuni sel tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Istri mendiang Adjie Massaid itu meminta KPK mengizinkannya untuk diperiksa oleh dokter spesialis THT (telinga, hidung, dan tenggorokan).

"Angie berharap diperiksa oleh dokter THT langganannya," kata pengacara Angelina Sondakh, Teuku Nasrullah.

Namun, Nasrullah mengaku lupa siapa dokter spesialis langganan Angie. Nasrullah mengatakan akan mengajukan surat permohonan agar diperbolehkan diperiksa oleh dokter langganannya, besok. "Saya lupa nama dokternya. Besok, saya akan komunikasikan dengan Angie," imbuhnya.

Dia menambahkan, penyakit sinusitis itu sudah diidap Angie sejak kecil dan memang sering kambuh. Dikatakan Nasrullah, Angie memang berencana membawa penyakit tersebut ke rumah sakit untuk dioperasi. "Tapi, Angie tidak sempat-sempat," kata dia.

Namun, Nasrullah mengatakan Angie tidak bermaksud mengajukan permohonan untuk dirawat di rumah sakit. Menurut Dosen Hukum Universitas Indonesia tersebut, permohonan tersebut hanya memperburuk keadaan Angie. "

Angie tidak mau mengajukan dirawat di rumah sakit. Dia hanya minta diperbolehkan diperiksa oleh dokter langganannya di penjara," katanya,

Seperti diberitakan, Angelina Sondakh mendekam di tahanan Rutan Salemba cabang KPK sejak Jumat pekan lalu. Angie ditetapkan sebagai tersangka sejak 3 Februari 2012. Ia dijerat Pasal 5 ayat 2, atau Pasal 11, atau Pasal 12 huruf a UU No 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Minggu, 29 April 2012

Dua Kurir Sabu Ditangkap di Perbatasan Malaysia
 ILUSTRASI sabu-sabu


SANGATTA - Perjalanan kurir sabu dari Malaysia yang menempuh perjalanan panjang dengan jalur laut dan darat dari Tawao menuju arah Samarinda akhirnya berakhir.
Dua kurir sabu, RI dan NS, tertangkap di Kecamatan Muara Wahau, Kabupaten Kutai Timur.
Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta, Sabtu (28/4/2012) kemarin menjelaskan dari hasil interogasi diperoleh keterangan bahwa sabu-sabu tersebut didapat dari seseorang berinisial USM di Tawao, Malaysia.
"Sabu tersebut akan dibawa ke Samarinda dengan upah kurir masing-masing Rp 10 juta rupiah per orang," kata Wisnu.
Rute yang ditempuh adalah dari Tawau ke Sungai Nyamuk, Kabupaten Nunukan, menggunakan speedboat ke Tarakan. Lalu dari Tarakan ke Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, juga menggunakan speedboat.
Perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan darat dari Tanjung Selor menuju Berau. Sesampainya di Berau mereka berganti kendaraan jenis Avanza warna silver No Pol KT-1096-ML yang dikemudikan oleh Sulhan menuju arah Samarinda. "Rencananya di Samarinda sabu tersebut akan diterima oleh Jul," kata Wisnu.
Diketahui tersangka RI (19), merupakan mahasiswa, yang berdomisili di Jalan Onta, Desa Bukaka, Kecamatan Tenetereatang, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Sedangkan NS (32), perempuan yang mengaku berdomisili di Simpang Sapi, Pamol Negara Bagian Sendakan, Malaysia. Ia tidak membawa tanda identitas saat diciduk

Sabtu, 28 April 2012

Pemerintah Malaysia Minta Maaf 

ILUSTRASI
JAKARTA - Pemerintah Malaysia meminta maaf dan mengakui telah terlambat memberitahukan kepada pihak Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur terkait kematian tiga tenaga kerja Indonesia asal Nusa Tenggara Barat. Hasil otopsi yang dilakukan Tim Forensik Mabes Polri, organ ketiga jenazah itu dinyatakan utuh. Namun, keluarga masih meragukan hasil tersebut.
”Kepada tim Kemlu, yang kami kirim ke sana (Malaysia), mereka meminta maaf lantaran terlambat menyampaikan informasi ke KBRI soal kematian ketiga TKI itu. Pengakuan yang sama disampaikan Kepolisian Malaysia,” kata Menlu Marty Natalegawa, Jumat (27/4), seusai gelar jumpa pers bersama Mabes Polri di kantor Kemlu, Pejambon, Jakarta.
Insiden penembakan ketiga TKI oleh aparat kepolisian Malaysia diketahui terjadi 24 Maret 2012. Akan tetapi, perwakilan RI di Malaysia baru dikabari pada tanggal 2 April 2012. Ketiga TKI, Abdul Kadir Jaelani, Herman, dan Mad Noor, tewas ditembak aparat Kepolisian Diraja Malaysia setelah dicurigai akan merampok.
Kontroversi mencuat saat ketiga jenazah tiba di Tanah Air dan pihak keluarga curiga dengan bekas-bekas jahitan di tubuh mereka. Keluarga khawatir ketiganya menjadi korban perdagangan organ manusia secara ilegal.
”Sekarang tinggal menunggu hasil kerja tim investigasi yang dibentuk Pemerintah Malaysia untuk menjelaskan kejadian yang berujung pada kematian ketiga TKI tadi,” ujar Marty.
Menurut Marty, Pemerintah Malaysia telah sepakat membentuk tim investigasi khusus yang hasil penyelidikannya akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung Malaysia. Tim investigasi akan menelusuri dan mengumpulkan informasi seputar kejadian, mulai dari aparat kepolisian yang menangani kasus itu, para saksi mata di lokasi kejadian, sampai ke pihak pelapor.
Tim dari Kemlu yang dipimpin Staf Ahli Menlu Bidang Kerja Sama Institusi Suprapto Martosetomo sejak 24 April 2012 mendatangi dan mengumpulkan data terkait dari Rumah Sakit Port Dickson, Negeri Sembilan, Kemlu, dan Mabes Kepolisian Diraja Malaysia. Mereka juga bertemu lima dokter yang melakukan proses otopsi.
Penjelasan Polri
Dalam jumpa pers di Kemlu, Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen (Pol) Musaddeq Ishaq menjelaskan, pihaknya telah memverifikasi dengan menggelar otopsi atas ketiga jenazah, bekerja sama dengan Tim Kedokteran Forensik Fakultas Kedokteran Universitas Mataram. Otopsi selama dua hari itu dilakukan secara independen dan transparan. Kesimpulannya, penyebab kematian adalah luka tembak di kepala dan dada kiri.
”Seluruh organ vital tubuh (mereka) seperti mata, otak, jantung, hati, ginjal, dan lainnya dalam keadaan lengkap. Semua bekas jahitan di tubuh ketiga jenazah adalah bekas irisan pisau bedah untuk keperluan otopsi oleh dokter ahli forensik,” papar Musaddeq.
Hasil otopsi yang dilakukan di dalam negeri itu memastikan, dugaan adanya organ-organ tubuh ketiga jenazah TKI yang hilang, atau bahkan diperjualbelikan secara ilegal, tidak terbukti.
Musaddeq menolak merinci luka tembak yang ada di tubuh ketiga jenazah TKI karena hal itu masuk kategori rahasia kedokteran. ”Prosedur operasi standar proses otopsi oleh kedokteran forensik di seluruh dunia sama. Intinya, seluruh organ yang ada kaitan dengan kejadian harus dikeluarkan, termasuk organ otak. Juga jika bagian matanya kena, ya harus dikeluarkan (bola) matanya,” ujar Musaddeq.
Setelah itu, pemeriksaan secara rinci dilakukan untuk menentukan kelainan atau penyebab kematian. Selesai otopsi, organ-organ tersebut dikembalikan ke dalam tubuh jenazah.
”Dengan pertimbangan menjaga unsur kosmetika, bisa saja ditambahkan atau dimasukkan unsur lain seperti kapas, plastik, atau apa pun agar bentuknya bisa rapi kembali saat jenazah dikembalikan,” ujar Musaddeq.
Kemarin, Tim Forensik dan Identifikasi Polda NTB juga mengotopsi jenazah Misdar alias Mad Noor, TKI asal Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Dengan selesainya otopsi Mad Noor, proses otopsi ketiga jenazah TKI dari Lombok Timur, NTB, yang meninggal di Malaysia, selesai. Sehari sebelumnya diotopsi jenazah Herman dan Abdul Kadir Jaelani, keduanya dari Desa Pringgasela Selatan, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur.
Proses otopsi jenazah Mad Noor disaksikan kakak almarhum, yakni Nurmawi dan Sahudin. Menurut Nurmawi, pada jenazah Mad Noor tampak bekas jahitan di bagian belakang kepala dan tubuh. Bagian dalam tubuh, termasuk isi kepala, masih ada.
M Tohri, kakak almarhum Abdul Kadir Jaelani, meminta hasil otopsi atas adiknya. Dia mengaku belum puas atas penjelasan hasil otopsi dan tetap mencurigai organ tubuh adiknya tidak utuh.
Dokter ahli forensik RSCM, Ade Firmansyah, mengatakan, dari segi prosedur di Indonesia, dokter melakukan otopsi berdasarkan permintaan dari polisi untuk kepentingan penyidikan kasus pidana. Polisi lalu memberitahukan otopsi yang akan dilakukan kepada pihak keluarga.
Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana mengapresiasi Menlu Marty Natalegawa yang meminta Pemerintah Malaysia memberikan penjelasan atas penembakan tiga TKI. Jika terjadi pelanggaran hukum yang dilakukan TKI di Malaysia, menurut Hikmahanto, sangat penting perwakilan Indonesia di sana melakukan pengawalan.
Komnas HAM akan membentuk tim untuk menyelidiki meninggalnya dan dugaan penjualan organ tubuh yang dialami tiga TKI asal NTB di Malaysia. Tim akan diumumkan pekan depan dan rencananya bekerja selama satu bulan.
”Kami memutuskan membentuk tim karena kematian TKI bukan lagi gejala temporer, tetapi diduga sudah sistematis. Penyelidikan kami tidak hanya tentang kematian TKI, tetapi aspek yang lebih jauh, seperti dugaan penjualan organ,” kata Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.
Ifdhal menuturkan, Indonesia telah meratifikasi Konvensi PBB Tahun 1990 tentang Perlindungan Seluruh Hak Buruh Migran dan Anggota Keluarganya atau yang dikenal sebagai Konvensi Buruh Migran pada 7 Februari 2012. Itu berarti, lembaga internasional bisa dilibatkan dalam pengusutan kasus terbunuhnya tiga TKI asal NTB.

Jumat, 27 April 2012

Pencuri Spesialis Celana Dalam Perempuan Ditangkap
Ilustrasi perampok (123rf)
ILUSTRASI
SURABAYA - Seorang pria ditangkap petugas Polsek Mulyorejo, Surabaya, Jawa Timur, karena kasus pencurian. Uniknya, barang-barang yang dia curi semuanya celana dalam perempuan.
Celana dalam yang dia curi bukan barang baru bermerek yang mahal, melainkan bekas pakai. Karena itu, dia beraksi dengan menyatroni jemuran di permukiman warga.
Jn (32), sang pelaku, mengatakan celana dalam tersebut dicuri bukan untuk dijual, melainkan untuk dipakai sendiri.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh bangunan itu mengaku, dengan mengenakan celana dalam perempuan hasil curiannya, dia lebih semangat bekerja.
Dari tangan pria warga Grati, Kabupaten Pasuruan itu, polisi menyita sembilan celana dalam dan satu bra.
Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo AKP Budi Waluyo mengungkapkan modus pelaku dalam melakukan pencurian cukup unik, dia keluar masuk kampung hanya untuk mencuri jemuran milik warga di Kenjeran.
Jn ditangkap setelah aksinya tepergok warga. Sebelum diserahkan ke polisi, Jn sempat menjadi bulan-bulanan warga.
Namun polisi tidak menindaklanjuti kasus ini, atas pertimbangan kasihan dan barang yang dicuri tidak berharga, pelaku dikembalikan ke keluarganya untuk dibina.

Kamis, 26 April 2012

Jenazah Iyan Masih Sulit Dievakuasi 

Pesawat Susi Air ditemukan di Desa Muara Ritan, Tabang, pukul 01.30 dinihari, Kamis (26/4/2012). 
TENGGARONG - Hingga kini jenazah Iyan, penumpang yang menjadi korban jatuhnya pesawat Susi Air berjenis Pilatus dengan nomor registrasi PK VVQ, Kamis (26/4/2012) dini hari belum dapat dievakuasi.
Dalam kecelakaan ini posisi baling-baling pesawat nyungsep ke tanah, sehingga petugas kesulitan dalam mengevakuasi korban.
"Pesawat Susi Air ditemukan jatuh di Desa Muara Ritan sekitar pukul 01.30 dinihari tadi. Proses evakuasi korban masih berlangsung yang ditangani langsung oleh tim Basarnas," kata AKBP I Gusti Kade Budhi Harryarsana, Kapolres Kukar melalui Kapolsek Tabang, Iptu I Gede Dharma Suyasa, Kamis (26/4/2012).
Upaya pencarian pesawat Susi Air tadi malam dipimpin langsung Kapolsek Tabang dengan melibatkan personil Koramil, anggota Brimob, Tim Basarnas Balikpapan.
Kasubag Humas Polres Kukar, AKP I Nyoman Subrata menambahkan, dua orang awak pesawat yang tewas diketahui berkebangsaan asing. "Pilot pesawat berkebangsaan Afrika dan penumpangnya asal Amerika yang tinggal di Jakarta," kata Nyoman tadi pagi.
Dia mengatakan, baru satu orang yang sudah dievakuasi, yakni sang pilot, Jonathan Willis. Sedangkan satu orang penumpang, Iyan, belum memungkinkan untuk dievakuasi.
"Satu orang penumpang belum dievakuasi karena situasi tidak memungkinkan. Sehingga upaya evakuasi menunggu tim basarnas pusat," jelas Nyoman. Penumpang yang belum dievakuasi ini diketahui sebagai seorang juru kamera. "Penumpang asal Amerika ini berprofesi sebagai pembuat peta geografis," ujarnya.
Diberitakan pesawat Susi Air tujuan Balikpapan-Melak yang membawa 2 penumpang itu sempat hilang kontak (lost contact) sekitar pukul 17.10 Wita, Rabu (25/4/2012). Pesawat yang rencananya digunakan untuk melakukan survei itu berangkat dari Bandara Internasional Sepinggan Balikpapan pukul 12.41 wita.
Sebelum lost contact, sekitar pukul 18.25 Wita, pesawat sempat mengirimkan Destres Message (sinyal) kepada Basarnas dengan posisi koordinat: 025.02 north, 116.01.02 east. Dari sinyal destres diketahui posisi pesawat berada di ketinggian 942 kaki dengan kecepatan 68 knot. Posisi terakhir setelah diplot di peta, pesawat berada di kawasan Desa Muara Ritan, Tabang, Kukar.

Rabu, 25 April 2012

Abraham Samad: Suatu Saat Korupsi akan Dimuseumkan
  Ketua KPK Abraham Samad
JAKARTA - "Suatu saat korupsi akan dimuseumkan, dan anak cucu kita akan bertanya apa itu korupsi."
Itulah kalimat yang diucapkan Abraham Samad saat diskusi film 'Kita vs Korupsi' di pusat kebudayaan Amerika Serikat, Jakarta, Rabu (25/4/2012).
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sangat mengapresiasi film bertema korupsi tersebut. Menurutnya, dari kecil anak seharusnya sudah dididik agar tidak mengambil barang yang bukan miliknya.
Samad mencontohkan, dulu ketika sekolah masih menggunakan kapur tulis, seharusnya anak-anak dididik guru murid tidak boleh membawa kapur ke rumah.
"Itu adalah korupsi," ujar pria asal Sulawesi Selatan.
Samad juga menyatakan kesetujuannya menggunakan media film sebagai alat untuk mencegah korupsi. Menurutnya, film dapat diterima semua pihak dan bisa menginspirasi.
"Korupsi kan seperti seperti virus. Kita juga lawan dengan virus antikorupsi," tukasnya.
Hingga kini, film nonkomersil tersebut sudah ditonton 16 ribu orang dengan metode roadshow.

Selasa, 24 April 2012

Siswa SD Dituntut Satu Tahun Penjara
HEADLINE NEWS, DEPOK - Pelajar SD kelas VI, Amn hanya dituntut hukuman minimal. Terdakwa penusukan teman kelasnya, SM ini dituntut hukuman selama satu tahun penjara. Tuntutan  ini  jauh lebih ringan dari dakwaan hukuman maksimal yang mencapai lima tahun penjara.
Sidang berlangsung tertutup di ruang sidang anak Pengadilan Negeri Depok, Senin (23/4/2012). Sekitar pukul 14.00 WIB, Fifi Wignyorini membacakan tuntutan hukuman penjara satu tahun kepada Amn.
Kuasa hukum terdakwa Ahmad Sumarjoko mengaku terkejut. Tuntutan tersebut di luar perkiraan kuasa hukum.
"Saya tahu, klien kami bersalah. Namun barangkali jaksa melihat ada fakta-fakta baru selama persidangan. Begitu pun dengan sikap terdakwa yang kooperatif, sehingga tuntutan menjadi ringan. Kami berterima kasih, kami senang dengan tuntutan itu," tutur Ahmad Sumarjoko.
Amn didakwa karena melakukan kekerasan terhadap temannya sendiri berinisial SM (12). Kekerasan kedua siswa sekolah dasar ini terjadi karena ulah Amn yang mencuri telepon seluler beberapa hari sebelum kekerasan berlangsung Jumat (17/2/2012) lalu.
Setelah ketahuan, SM menagih agar telepon selulernya dikembalikan. Karena tidak tahan ditagih terus, Amn menikam temannya SM di Perumahan Bukit Cinere Indah, Depok. SM ditemukan warga hampir tewas dengan kondisi badan penuh darah.
"Kami akan melihat dahulu materi tuntutan. Dari bahan itu kami akan lakukan pembelaan," tutur kuasa hukum Amn Herman Dione.
Herman mengharapkan, setelah persidangan, Amn dapat ditempatkan di pusat rehabilitasi anak Bambu Apus, Jakarta Timur. Alasannya ortu tidak sangggup merawatnya. Sedangkan alasan berikutnya adalah untuk menghindari persoalan berikutnya antara MS dengan Amn.
"Kelakuannya (Amn) sadis. Sehingga perlu direhabilitasi agar dapat kembali ke masyarakat kembali," imbuhnya.

Senin, 23 April 2012

Sama-sama Mabuk, Onias Tewas Ditebas Temannya 

Sama-sama Mabuk, Onias Tewas Ditebas Temannya
ILUSTRASI
HEADLINE NEWS, KUPANG - Onias Bien (61), warga Kiumakono, Desa Tumu, tewas ditebas Semuel Feo (50), warga Desa Nasi, Kecamatan Amanatun Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Kamis (19/4/2012), pukul 20.00 Wita. Korban tewas di tempat, sementara tersangka mengalami luka parah dan dilarikan ke RSUD SoE.
Kapolres TTS, AKBP, Agus Hermawan, S.IK ketika dikonfirmasi Pos Kupang melalui ponselnya, Minggu (22/4/2012), mengakui adanya peristiwa itu, dan sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.
Menurut Hermawan, korban dan pelaku dalam keadaan mabuk minuman keras (miras) dan berjalan bersama-sama. Diduga, korban yang saat itu membawa sebilah parang menebas tersangka, hingga lengan kiri dan jari tengah tangan kiri tersangka nyaris putus. Tersangka kemudian merampas parang dan menebas korban pada kepala bagian kiri dan kanan hingga mengenai otak kecil dan tewas di tempat.
Hermawan mengatakan, Polisi masih mengumpulkan bukti-bukti karena saat kejadian tidak ada saksi mata. Yang ada hanya penuturan seorang warga setempat bernama Ato. Saat itu, Ato berada di TKP berjarak kurang lebih 19 meter dan mendengar teriakan pelaku.
"Saya dipotong Onias, dan saya balas juga lumayan," ujar Ato seperti ditirukan Kapolres Hermawan.
Hermawan mengatakan, pihaknya telah menerjunkan anggota ke TKP dan korban telah divisum oleh dokter Romy HP Simatupang dari Puskesmas Ayotupas. Sementara tersangka masih menjalani perawatan intensif di RSUD SoE.

Minggu, 22 April 2012

Ngantuk, Sopir Truk Tabrak Rumah

Ilustrasi (Foto: okezone)
Ilustrasi
GOWA- Sebuah mobil truk tanpa muatan bernopol B 9594 QW menabrak sebuah kios dan dua rumah warga di Jalan Poros Sultan Hasanuddin Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

Salah satu saksi mata, Jamal, mengatakan, kecelakaan bermula saat mobil truk tanpa muatan itu melaju dari arah Makassar menuju Kabupaten Gowa dengan kecepatan tinggi. Namun tiba-tiba, sopir membanting setir ke kanan jalan hingga menabrak tiga bangunan kios dan rumah warga.  

Usai menabrak, sopir langsung melarikan diri menghindari amukan warga. Akibat kejadian itu, kios yang berisi bengkel mengalami rusak dan rata dengan tanah. Begitupula dengan rumah dan truk yang menabraknya mengalami kerusakan.

Sementara itu, polisi lalu lintas Polres Gowa yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi. Polisi menduga kecelakaan terjadi akibat sopir yang mengantuk sehingga tak bisa mengendalikan kemudi. 

Kanit Lantas Polres Gowa, Ipda Musa. L, mengatakan, sampai saat ini petugas belum bisa melakukan evakuasi mobil itu karena harus dibantu dengan menggunakan  alat berat. Kerugian dari kecelakaan ini diperkirakan mencapai Rp50 juta.

Sabtu, 21 April 2012

Gempa 6,8 SR Guncang Papua Barat 
Posko Badan Nasional Penanggulangan Bencana masih mencari tahu tentang dampak gempa itu.
Papua Barat  diguncang gempa.
HEADLINE NEWS – Gempa kembali mengguncang bumi Indonesia pagi ini, Sabtu 21 April 2012. Setelah Aceh digoyang 4 gempa berturut-turut, Papua Barat juga digoyang gempa berkekuatan 6,8 Skala Ritcher.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DR. Sutopo Purwo Nugroho menyatakan, gempa terjadi pada pukul 08.16 WIB dengan lokasi di titik 1.58 Lintang Selatan dan 134.41 Bujur Timur, atau 88 kilometer tenggara Manokwari, Papua Barat.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer.
Sampai saat ini Posko BNPB masih mencari tahu dampak gempa tersebut. "Kami masih mengkonfirmasi dampaknya," kata Sutopo.

Simeulue tenang 
Sementara itu warga Kabupaten Simeulue, Nanggroe Aceh Darussalam, yang juga digoyang gempa 4 kali berturut-turut berkekuatan 5,1 SR, 5,6 SR, 5,9 SR, dan 6,5 SR, sampai saat ini tetap tenang dan menjalani aktivitas mereka seperti biasa.
Keempat gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan situasi Simeulue sepenuhnya normal. Sejak gempa besar 8,5 SR pada 11 April 2012, Aceh telah digoyang lebih dari 100 kali gempa susulan dengan intensitas bervariasi.
Posko BNPB, kata Sutopo, terus memonitor 24 jam perkembangan gempa di tanah air dari hari ke hari.

Jumat, 20 April 2012

Tujuh Siswa SD Tercebur Tangki Septik 
ILUSTRASI
PANDEGLANG - Tujuh siswa Sekolah Dasar Negeri 11 Pandeglang terperosok ke dalam lubang tangki septik. Beton penutup tangki septik di sekolah yang terletak di Jalan Gunung Karang, Kecamatan Cicadas, Kabupaten Pandeglang, Banten, itu ambrol, Rabu (18/4/2012).

Satu anak terluka dan harus mendapat jahitan di bagian kepala, sementara yang lainnya kaget dan luka lecet.

Menyusul peristiwa itu, Dinas Pendidikan Provinsi Banten meminta pengelola sekolah di Banten mengecek keamanan sarana di lingkungan sekolah masing-masing untuk menghindarkan terjadinya peristiwa serupa.

”Kami mewanti-wanti agar selain renovasi ruang kelas yang rusak, sarana sekolah lainnya, seperti septic tank, juga jangan sampai terlupakan untuk diawasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Hudaya, di Banten, Kamis (19/4/2012).

Ambrolnya penutup tangki septik terjadi pada Rabu menjelang pukul 07.00. Saat itu beberapa siswa sedang mengerumuni pedagang jajanan keliling di belakang sekolah. Saat mereka asyik menunggu giliran dilayani, tiba-tiba beton penutup tangki septik yang tak terlihat karena tertutup tanah ambrol. Tujuh anak yang terperosok adalah Ian Maulana, Mala, Endang, Nani, Risma, Kiki, dan Mus yang berdiri di penutup tangki septik.

Lubang tangki septik itu bergaris tengah sekitar 1 meter dan dalamnya 2 meter. Lubang pembuangan di sekolah tersebut terisi air sedalam sekitar 50 sentimeter dari dasar.

Anak-anak itu pun jatuh bertumpuk dalam lubang. Guru dan warga sekitar sekolah yang mengetahui kejadian itu langsung menolong siswa yang terperosok. Ketujuh anak itu satu per satu ditolong keluar dari lubang.

Kepala SDN 11 Pandeglang Titin Hartini memperkirakan, lubang tangki septik itu dibangun sekitar 1990. Lubang hanya ditutup beton cor tanpa dilengkapi tulang besi kolom sebagai penguat konstruksinya. ”Kami tadi kaget karena selama ini tidak tahu bahwa di belakang sekolah itu ternyata ada septic tank,” kata Titin yang sudah bertugas di SD tersebut 16 tahun terakhir.

Lubang tangki septik itu kemudian ditutup dengan balok kayu. Selain itu, gang di belakang sekolah di sekitar lokasi tangki septik juga ditutup.